Text
Cyberphenomenology Research Procedure: Social Media, Big Data, dan Cybercommunity untuk Ilmu Sosial-Humaniora (Kritik Terhadap Moustakas)
Phenomenology sebagai metode penelitian sosial yang selama ini digunakan untuk mengeksplorasi kehidupan community, mengeksplorasi pengalaman orang di kehidupan sosial mereka, dalam kehidupan first life mereka, di basic social mereka, tak mampu lagi menjawab tantangan kehidupan manusia di cybercommunity sebagai second life manusia. Keterbatasan ontologi dan epistemologi menyebabkan phenomenology memiliki hambatan yang tidak dapat diatasinya tanpa diinovasi menjadi pendekatan baru. Jadi, dunia baru menghadapi masalah baru, dan masalah baru membutuhkan pendekatan baru, untuk menjawab tantangan dunia baru manusia. Inilah peluang mengkritik phenomenology menjadi cyberphenomenology. Bahwa cyberphenomenology ini menjadi prosedur metode baru yang dapat digunakan sebagai metode penelitian di cyberphenomenology.
Tidak tersedia versi lain