Studi Islam dan perkembangan kualitas intelektual kaum Muslim merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, ibarat sekeping mata uang yang masing-masing sisinya tidak dapat diceraikan satu sama lain. Untuk itulah, para penulis buku ini - setelah mengalami transformasi intelektual - mencoba menggunakan pendekatan teoantroposentris-integralistik.
Buku mendeskripsikan ragam teori dan pendekatan dalam studi Al-Qur'an dengann asumsi bahwa hasil dari suatu perspektif akan melahirkan sikap yang berbeda da perlakuan terhadap Al-Qur'an sesuai dengan persfektif masing-masing.